Thursday, January 28, 2010

Warna Sejuta

Sungguh rajin dia bekerja
kalah kita, warna hijau naik ke muka
tapi di balik wajah yang gembira selalu
menguntum senyum lebar sampai
ke merah jantung ke tasik jiwa
ada retak seribu ada warna sejuta
manik-manik resah pohon rasa
titis-titis gelisah hutan sengsara

Biar bebanan di sana selesa
biar pundak di sini derita
namun buat menyerah buta
pantang sekali!

Dari tarikan nafas,
abuyon
11 November 1997 2.00 petang

15 comments:

  1. warna sejuta adalah puisi berlatarkan perjuangan yang kental
    namun ada halangan yang bakal ditempuh
    semangat tetap utuh berbekalkan iman...

    ReplyDelete
  2. Berkarya terkadang menghentikan lelah di dada.. yang seolah-olah menghimpit saban waktu dan ketika.. berkarya menjadi aspirasi demi sebuah kondisi.

    ReplyDelete
  3. salam fauzi,

    Benar, cumanya ia adalah berkenaan
    orang-orang tertentu

    Kalau mahu, cubalah teka
    orang yang dimaksudkan :)

    ReplyDelete
  4. salam farid,

    Barangkali perkataanmu itu
    ada kebenarannya

    Tiap kali manusia, apabila ditimpa
    sesuatu, ia akan mencari ruang
    untuk mengalihkan masalah
    mereka

    Barangkali!

    ReplyDelete
  5. Saya rasa sakit bila membacanya..

    ReplyDelete
  6. nice one Abuyon.. cuma saya x dpt meneka untuk siapa. Mungkin untuk ayah tercinta? entahlah

    ReplyDelete
  7. salam Isma,

    Kenapa sakit ya Isma. Sesuatu
    yang mengusik hati ..

    ReplyDelete
  8. salam syahrul,

    Cluenya, adalah ayat yang
    mula-mula

    Siapa yang rajin bekerja, lebih
    rajin dari kita, di sini

    ReplyDelete
  9. salam cikgu,

    Teruskan cikgu, chayok! chayok!
    Saya beri hadiah siapa yang
    dapat meneka :)

    ReplyDelete
  10. salam

    swarna yang seharusnya kita iri agar nekad menyainginya

    ReplyDelete
  11. salam ris,

    Benar, namun sebelum iri - warna
    hijau naik ke muka, maksudnya
    malu, kita wajar rasa malu
    dengan mereka

    siapakah mereka?
    yang harus kita iri, saingi
    dan malu :)

    ReplyDelete
  12. salam pak gopa,

    Puisi lama tu pak, tapi
    barangkali mesejnya
    masih relevan!

    p/s : macamana dengan sajak saya
    tempohari pak.

    ReplyDelete
  13. Kita pun sebenarnya rajin juga berkerjaya
    makan gaji, imbuhannya tak seberapa
    tapi kita reda belaka.

    Kita pun cekal sebenarnya berjaja
    terutama wanita di pasar Pantai Timur
    sukar kita tandingan ketabahan mereka
    bukan bangsa asing sahaja pandai berniaga.

    Kita pun giat berusaha ramai nelayan kita
    dari dahulu sampai sekarang tetap turun ke laut
    biarpun rezeki tak sebanyak mana.

    Kita pun handal belaka berpolitik sejak berzaman biar pun masih bercakaran
    tapi ukhuwah tetap dijalinkan
    terutama bilamana jodoh diketemukan
    di mana arahnya perjuangan & pegangan kita
    takkan mahu robohkan mahligai impian.

    ReplyDelete