Tuesday, January 5, 2010

Musafir Lalu

Kita cuma musafir lalu
Ditiup angin tinggal habuk
terkena kotor dan debu

Kita cuma musafir lalu
Singgah sebentar di tepi kali
meneguk nyaman air sesekali

Kita cuma musafir lalu
Jangan tetap di sesuatu
langkah kaki dengan sepatu

Kita cuma musafir lalu
Jauh perjalanan beribu batu
biasa tak sempat mati begitu

Kita cuma musafir lalu
Apa tiada dicari walau perit
Apa ada dipegang walau sedikit

Kita cuma musafir lalu
Ke negeri akhirat kekal abadi
Ke hadrat Tuhan mau bersemadi

Musafir-musafir!
Kita cuma musafir lalu

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
21 Mei 1999 4.30 petang

2 comments:

  1. kita hanya musafir
    yang dipinjamkan raga dan jiwa
    sebelum berlangkah ke hadratnya

    salam kunjungan saudara
    puisi nan indah

    ReplyDelete
  2. salam Riesna,

    Terima kasih atas kunjungan dan
    komentar.

    Lamanmu juga indah, justeru terimalah
    hadiah dari saya - Kalam Penyair
    posting pertama saya [Julai 2009]

    Moga-moga Allah memberkati.

    ReplyDelete