Tuesday, December 1, 2009

Wahai Sang Lipan

Wahai sang lipan — maafkan aku
Engkau terpaksa kubunuh
Terhenti nafasmu dek
hentakanku,
maaf.

Telah kupinta ampun dari Tuhan
Kumohon maaf darimu pula
Sebab — bimbang aku
di hari pengadilan
engkau minta
dihakimkan

Tetapi wahai sang lipan — aku terpaksa
Engkau masuk ke taman larangan
Itulah hukuman yang telah
dijatuhkan

Wahai sang lipan — ketahuilah
Engkau merbahaya
karena aku
manusia!

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
09 November 1999, 4.15 pagi



Adalah hukum — engkau meluka untukmu hidup,
engkau diluka untukku hidup, matilah engkau
dalam kemuliaan untuk kesejahteraan
insan – mudah-mudahan!

Pernah kuceritakan hal ini kepada
seseorang.

2 comments:

  1. itu kitaran alam.

    utk kemaslahatan keluarga abuya.
    moga di jauhkan dari binatang berbisa.

    ReplyDelete
  2. salam Handhalah

    Moga Allah merahmatimu, sajak itu ketika
    saya masih belum berumahtangga .. :)

    ReplyDelete