Thursday, October 1, 2009

Hitam Dari Matamu

Seru dari lidahmu
Terbakar sejuta rasa dari tanah pusaka
Sengketa dua tuan satu bahasa
Akibat dari khabar yang tak terbela
Bagaikan api dalam sekam yang
telah sekian lama mencengkam

Hitam dari matamu
Tercalar luka yang kian parah
dari tangan dan tuan durjana
Terbongkar hutan kebenaran
tersiat cita keadilan

Lalu, terpateri sebuah sejarah
Yang isinya penuh batu tajam
yang padat dengan kezaliman
Sampai bilakah?

Pesanku padamu —
Besarkan Tuhan atas segala!
Hanya jiwa yang agung tak hangus
tak hitam walau terpenjara

Terima kasihku padamu
kerana memulakan!

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
17 Mei 1999



Inspirasi dari krisis kuasa yang mengubah
lanskap politik tanahair

12 comments:

  1. 'mm.. aku pengen skali mengulas sajak ini, namun ya, akalku kurang tajam jika dihidangkan rencana puisi tentang poliking dan politius..'

    maff ya abuyon..
    tapi puisinya nyata simbolik gitu. :)

    ReplyDelete
  2. salam abuyon
    begitulah pejuang
    tetap kental...tetap teguh
    dalam kebenaran

    seperti katamu

    "Hanya jiwa yang agung tak hangus
    tak hitam walau terpenjara"

    kalau dia yang memula
    aku akan ikut serta....

    ReplyDelete
  3. Salam Abuyon,

    "jiwa yang agung itu datang dari dalaman yang hebat".

    ReplyDelete
  4. salam setia,

    Ia tentang perjuangan setia. Dan ia
    tentang peribadi dan pemimpin
    negera kita.

    Sajak itu adalah satu catatan sejarah
    yang berlaku di negara kita pada
    tahun tersebut yang sempat
    dirakamkan oleh saya

    Sajak itu satu anugerah yang
    tak ternilai, kerana ia sendiri
    adalah sejarah

    ReplyDelete
  5. Salam faziz,

    Clue sajak itu ialah
    dua tuan satu bahasa,
    hitam dari matanya,
    terpenjara

    Siapa dia?

    Sila e-mail kepada
    saya .. he

    ReplyDelete
  6. salam cikgu,

    Yup benar cikgu. Dan jiwa itu sendiri
    maknanya dalam.

    Jiwa yang agung, siapakah
    yang memilikinya?

    ReplyDelete
  7. salam..

    dan sebuah seruan dan sempadan manusia itu,
    telah dikhabarkan dan disempurnakan oleh Rasul,
    telah diizinkan dan diutuskan oleh Ilahi,
    agar lidah-lidah pemimpin beralun suci,
    bukan menyimpang dan tersasul sana sini,
    tetapi kedengaran bergema di raga jernih,

    diangkat pula martabat penghulu ini,
    sambil dijanjikan sebelah kaki di neraka,
    begitu besar tanggungjawab untuk dibina,
    bukan sekadar turun ke padang menabur retorik sahaja,
    moga-moga dunia fana ini,
    masih sempat melihat,
    kelibat bayangan,
    khalifah empat yang telah bersemadi aman.


    ;)

    *tajam betul pena mu abg!
    wassalam..

    ReplyDelete
  8. salam cahya,

    Tajam keris raja, tajam
    lagi pena pujangga
    [Usman Awang]

    Tajam pena pujangga
    tajam lagi pedang
    malam
    [abuyon]

    ReplyDelete
  9. tiada lagi tuhan...
    yang ada hanya Allah...
    besarkanlah Dia...
    dengan menyebut namaNya...
    Thauhidkanlah Dia sebenar-benar Thauhid...
    kau akan tahu...
    Dialah sebenar-benarnya Allah...
    yang perlu disembah...
    tiada lagi tuhan...

    tetera kataNya...
    Tiada Tuhan selain Aku...
    perlukah engkau menyembah tuhan...
    apabila Dia berkata...
    sembahlah Allah...
    hanya Allah wali kau...

    ReplyDelete
  10. salam Dhamah,

    Patahmu benar, tiada
    selain-Nya

    La maujudun illallah

    ReplyDelete