Tuesday, October 27, 2009

Antara Kita

Ketika hati ini disapa suara-suara merdu kata
dari hutan warisan yang hijau penuh rahsia
bagai ada kuasa menarik-narik tiap denyut rasa
gembur tanah bertunas sudah benih-benih cinta

Ketika akar kita mencari air setitik untuk baja,
sinar mentari menyuluh dedaun dan siapa saja,
menerima dan memberi agar hutan ini terpelihara —
ada hangus dan luka berlangsung di hujung muara

Tercalar cedera dan mengalir merah darah rasa
ditusuk onak dan duri pohon gagah dan bisa
tatkala mentari terik membakar panas muka
rimba ini seakan-akan terasa bagai neraka

Antara kita jangan ada sengketa
dan bila saja ia menjelma, berdiri
segera adab agama karena
semua itu ada pada kita

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
12 Jun 1999 6.30 pagi



Inspirasi dari Hadis Rasulullah SAW

Sunday, October 25, 2009

Bila Antaranya Tiada Pihak Ketiga

Ketika dakwah Rasulullah mula serasi
Pimpinan Quraisy berkonspirasi
mahu menjatuhkan Nabi

Ketika itulah sang Iblis menampilkan diri
Mengemukakan cadangan
jahat bestari

Sengketa tidak wujud antara dua jiwa
bila antaranya tiada pihak ketiga,
syaitan atau manusia

Qul aamantubillah
thummastaqim


Katakanlah! aku beriman kepada Allah,
kemudian berpegang
teguhlah!

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
27 Julai 09 2.15 petang



Inspirasi dari panasnya bumi Perak dan artikel abuyon
Bila Antaranya Tiada Pihak Ketiga

Ya Allah Tuhan yang mendengar setiap suara,
aku mohon keselamatan agamaku, isteriku
dan anak-anakku, duniaku serta
hartabendaku

Ya Allah Tuhan yang mendahului setiap yang berlalu,
tutupilah keaiban kami, tenangkanlah kegelisahan
kami, peliharakanlah kami dari bencana yang
menimpa kami dari muka dan belakang, dari
kiri dan kanan, dari atas dan perlindungan
dengan kebesaran-Mu, diperdaya
dari bawah

Ya Allah Tuhan yang dengan nama-Mu maha Agung
yang tersembunyi, aku berlindung kepada-Mu
dari kejahatan diriku, dan kejahatan
syaitan yang menipu dan kejahatan
pihak ketiga yang mengganggu

Jika mereka berpaling, katakanlah —
cukuplah Allah tempatku
berpegang

Monday, October 12, 2009

Warkah Cinta [1]

Dengan nama-Mu Tuhan yang Maha
Pengasih Maha Penyayang

Sejahtera atasmu wahai isteri
yang dicintai, moga-moga Tuhan
sentiasa mengasihi

Wahai isteri,
Tak dapat abang nyatakan di sini
Betapa kosongnya hati apabila
engkau tiada di sisi

Terasa segala yang ada khayali
dan tidak wujud lagi

Wahai isteri,
Engkau adalah nafas, engkaulah
permaisuri

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
27 Julai 09 6.00 petang



Inspirasi dari surat lama yang kujumpa
[bertarikh 30 November 2002] yang
terkandung di dalamnya, cinta

Thursday, October 8, 2009

Fatehah Untuknya II

Dari Allah kita datang, kepada-Nyalah
kita kembali, Al-Fatehah
untuknya

Dia telah pergi menemui,
Tuhannya

Moga berlapang dada,
siapa yang masih
ada



Pesanan itu adalah untuk aku tak
terperi kerana dia yang pergi
adalah sahabatku sendiri

Meski beberapa tahun lebih tua dariku,
Dia sering merendah diri dan aku
memahami, lantaran itu aku
sentiasa hormat padanya
peribadi

Kita yang dulu pernah kembara,
ketawa bersama, makan sekali
bercerita tentang anak-anak
dan murni cita-cita, kini
telah tiada lagi

Senpai, kau adalah sahabat
dan seorang abang dunia
sampai akhirat



Siapa yang dekat, siapa yang wujud
di dalam hati, pastilah airmata
mengalir walau setitis tatkala
berita kematian terbaca
di mata atau terdengar
di cuping

Dua mata ini tambah berkaca
bilamana melihat wajah muram
kakak dan riang adik-adik
bermain

Dan isteri yang terserempak
di perkuburan saling menyapa
tanpa suara adalah sebak
di dalam jiwa

Hanya senyuman yang pahit, saling
mengangguk dan mengerti
rasa dan suasana

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
05 Oktober 09, 11.50 pagi
[Saat menyolatkanmu, mengusungmu
ke perkuburan]



Untuk sahabat, Hanifa Razali
Kembali ke rahmatullah
pada 04 Oktober 2009
jam 6.55 petang

Monday, October 5, 2009

Nafas-nafas Yang Tertahan

Terbelah dada tujuh lautan, meraung
dari rongga perutmu menghempas
nafas-nafas yang tertahan antara
sejuta doa dan getir kematian yang
memenuhi seluruh ruang

Tanah-tanah yang punah dan bayangan
malaikatul-maut yang bergantungan
adalah hitam dan mengerikan

Ketika teriak dan terjahmu berhenti
seakan reda gelombangmu menipis
dan sewaktu-waktunya ia menjadi
mesra kembali,

ada selaut genangan darah merah
menyebak menghiasi wajahmu tenang
bersama gelimpangan jiwa-jiwa yang
menjadi korban tak bernyawa,
hanyut di perutmu adalah
pusara tanpa nesan,

tanpa tanda adalah gertakan
dari Tuhan untuk manusia
dan seluruhnya yang
lalai dan sentiasa
melawan



Untuk mereka yang bertarung
di antara keluar masuk nafas
penghabisan

Biar apapun nama yang dipanggil,
Ketsana di Vietnam dan Filipina
Tsunami di Samoa dan gempa
bumi di Padang

Biar kali yang ke-berapa dan di mana
pun ia menggulung, melengking dan
meledak, jangan engkau menyerah
meski tertewas

Moga engkau tenang bersemadi di perutnya
tujuh daratan dan tujuh lautan untuk
kembali menghadap Tuhan

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
03 Oktober 09 10.30 malam



Inspirasi dari Tsunami pertama dan
konco-konconya

Thursday, October 1, 2009

Hitam Dari Matamu

Seru dari lidahmu
Terbakar sejuta rasa dari tanah pusaka
Sengketa dua tuan satu bahasa
Akibat dari khabar yang tak terbela
Bagaikan api dalam sekam yang
telah sekian lama mencengkam

Hitam dari matamu
Tercalar luka yang kian parah
dari tangan dan tuan durjana
Terbongkar hutan kebenaran
tersiat cita keadilan

Lalu, terpateri sebuah sejarah
Yang isinya penuh batu tajam
yang padat dengan kezaliman
Sampai bilakah?

Pesanku padamu —
Besarkan Tuhan atas segala!
Hanya jiwa yang agung tak hangus
tak hitam walau terpenjara

Terima kasihku padamu
kerana memulakan!

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
17 Mei 1999



Inspirasi dari krisis kuasa yang mengubah
lanskap politik tanahair