Saturday, September 5, 2009

Zikir Anak-anakku

Tenggelam aku dalam lautan
asyik-Mu, bila anak-anakku
dari kudus hati mereka—

berzikir menyebut-nyebut
nama-Mu yang maha—
tinggi dan agung

Allah, Allah, Allah,
Allah
, Allah,
Allah


Tenang seketika darah
rasa, mengalir ke
tasik jiwa

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
04 September 09, ba’da Jumaat



Inspirasi dari siulan lidah anak-anakku, tatkala
memandu ke destinasi untuk membeli
jubah dan kopiah raya mereka

10 comments:

  1. salam abuyon
    sejuk hati ibu bapa
    dapat anak yang soleh
    itulah harapan ibu bapa sebenarnya
    itulah kebahagian yang sebenar-benarnya..
    itulah kepuasan puisimu kali ini kukira...

    ReplyDelete
  2. salam Faziz ar,

    yup, terima kasih kawan
    kerana mengungkapkan
    apa yang di dalam
    hatiku

    Ada empat orang, meski
    zikirnya Allah, tapi lain
    sebutan, lain irama

    Kereta kami tak ada radio,
    jadi zikir itulah jadi
    hiburan

    Tatkala mereka menyebut-nyebut,
    itulah dalam kepala ini
    tertulis patah di atas

    ReplyDelete
  3. salam..

    pasti riuh rendah suasana dalam kereta itu,
    sambil sekuntum senyuman memutik mekar,
    sambil tangan memegang stereng,
    pasti di isteri disebelah dijeling manja,
    tanda gembira,
    bila si anak mengerti siapa pencipta,
    cetus sebuah rasa,
    lahir satu kemenangan di jiwa,

    tahniah bro,
    moga anak2nya,
    menjadi semuanya,
    dalam acuan syiarNYa..

    ;)

    wassalam..

    ReplyDelete
  4. salam cahya,

    Benar katamu, geger sekali
    masing-masing berlawan suara
    pelbagai gaya sebut dan
    lagunya

    Adiknya yang best sekali,
    dengan pelat dan lagunya

    Owoh, Owoh, Owoh

    Yang ketiga, ditambahnya
    lailahaillallah, lailahaillallah
    Owoh, Owoh, Owoh


    Kami biarkan saja, sambil
    menikmati zikir mereka
    kepada-Nya

    ReplyDelete
  5. salam abuya,

    seronoknya.
    teringat tika kecil dulu,
    ayah sering pesan,
    ingat Allah, insyaAllah Allah ingat kita.

    ReplyDelete
  6. salam..

    indahnya keluarga kamu..
    ;)

    salam sahur..


    wassalam..

    ReplyDelete
  7. salam Handhalah,

    Syukur. Ayahmu mengingatkan,
    melalui kalam Tuhan

    Fazkruni, azkurkum

    Pantaslah, ia menjadi pedoman
    buat kamu. Hati hiduplah dengan
    zikir kepada-Nya

    Allah, Allah, Allah

    ReplyDelete
  8. salam cahya,

    Yup, meski dengan segelas air
    sejuk dan sebiji kurma.

    Teringat, ada beberapa kali,
    anak no. 3 dan 4 terbangun
    sahur sekali, makannya
    lebih pada abang

    Esoknya, minta lagi
    :)

    ReplyDelete
  9. NUR-NYA

    Anak nan soleh mendamaikan
    anak nan rawan bikin jiwa gusar

    Melentur buluh dari rebungnya
    namun setelah menjadi buluh
    ribut dunia ada ketika mematah
    & meranapkan keliatannya

    Jati diri sebenarnya kena sentiasa
    dipupuk keimanan & diurus amalan
    Taubat akur diri doa rahmat munajat
    biarlah basah lenjum sinar nur-Nya.

    ReplyDelete
  10. Yup, anak soleh mendamaikan
    sejuk perut ibu, sejuk mata
    ayah

    Cuma zaman ini, menggetarkan
    risau kita, takut kita anak
    yang dididik menjadi
    samseng

    Kepada-Nya, kita memohon
    agar anak kita, soleh dan solehah,
    bukan toleh

    ReplyDelete