Tuesday, September 1, 2009

Kalam Yang Tercatat

Kalam Tuhan yang tercatat
di lembaran,

Dibalut sejuta debu-debu usang
di dalam almari tersimpan
sebagai hiasan

Kalam Tuhan yang tercatat
di lembaran,

Sepatutnya berdiam di dalam
diri seorang beriman, menjadi
lantera cahaya yang
tenteram

Kalam Tuhan yang tercatat
di lembaran,

Bilakah waktu akan terlontar
dari rongga lidah dan getar
jiwa— hati seorang insan

Kalam Tuhan yang tercatat
di lembaran,

Memberi sejuta makna — suci dan abadi
pada sebuah kehidupan yang
mati dan hitam



O Tuhan — aku masih berhempas pulas
menghabiskan satu-satu baris
catatan-Mu di lembaran
(sudah 11 hari kita
Ramadhan)

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
01 September 09 6.30 petang

17 comments:

  1. salam,

    saudara semakin puitis... teruskan:)

    ReplyDelete
  2. Salam Abuyon,

    Kalam Tuhan yg tercatat atas lembaran
    Hitam atas putih
    Semoga insan dapat mendampingi dan beramal dgnnya. Amin.

    ReplyDelete
  3. salam syahrul,

    Sekali-sekala, tengok suasana
    ke guane :)

    ReplyDelete
  4. salam sufi,

    Ya, benar katamu ya sahabat
    Bacanya, ramai yang boleh
    bahkan lagu-lagu yang
    mengasyikkan

    Tetapi untuk mempraktiskannya,
    tak ramai yang boleh
    melakukan

    Samada qarinya, ulamanya
    orang jahil lebih-lebih
    lagi

    Termasuklah kita-kita,
    Allah

    ReplyDelete
  5. salam..

    dari lidah seorang saudara,

    Pesona dan keindahan AlQur’an
    Adalah Nur dan kehidupan setiap Muslim,
    Rembulan mungkin kecintaan lainnya
    Bagi kami yang terkasih Al-Qur’an semata.

    Telah kucari ke berbagai penjuru
    Tak bersua sama sekali tandingannya,
    Bagaimana tidak ada padanannya
    Ia adalah Kalam Suci Tuhan yang Maha Kaya.

    Setiap kata di dalamnya berisi kehidupan
    Dan sumber mata air tak berkesudahan,
    Tak ada kebun yang demikian indah
    Tidak juga taman serupanya.....

    *bro kite khatam quran same2 ye..
    insyAllah ;)
    wassalam..

    ReplyDelete
  6. salam,

    di sini juga masih berhempas pulas mematah nafsu... menyemarak kalam suci masih jauh... :">

    ReplyDelete
  7. salam abuya.

    jika ia jadi amalan.
    maka tenteram lah dunia seisinya.

    moga istiqamah!

    ReplyDelete
  8. salam abuyon
    ketemu lagi
    puisi kalam yang tercatat ini baik sekali untuk menjadi iktibar bahawa
    Kalam Allah bukan untuk di buat hiasan dinding
    bukan untuk di simpan dalam almari dan diletakkan ditempat tinggi
    KalamNya untuk dihadzam, dikupas pengertian dan dilaksanakan.
    Sesungguhnya Ia adalah naskhah perlembagaan hidup dari Pencipta Manusia untu maslahah manusia. Terim kasih atas kunjungan dan saranan di blog saya..

    ReplyDelete
  9. kalam indah menyimpan rahsia...
    wahyuNya pula tertera disitu...
    bukan begitu...
    kalam itu adalah wahyuNya...
    wahyuNya adalah kalam itu...

    ReplyDelete
  10. salam cahya,

    Wah kalammu juga mewah dan
    indah menggambarkan
    Al-Quran

    Moga beroleh pahala kerana
    meninggikan kalam-Nya

    Insya-Allah, tengah berhempas
    pulas, ada rezki sama-sama
    kita

    ReplyDelete
  11. salam mOEHa aziz dan Handhalah,

    @mOEHa

    Allah, itulah masalah. Moga
    Allah meringkankan tulang,
    hati dan rasa ini

    Moga Allah beri
    kekuatan

    Moga Allah beri
    keringanan

    @Handhalah

    Yup, malah itulah yang
    paling utama, beramal dengannya

    Sepertimana Nabi, yang akhlaknya
    adalah Al-Quran sendiri

    ReplyDelete
  12. salam faziz ar,

    Kalam Tuhan, benar bukan sebagai
    hiasan, bukan untuk hafalan
    bukan untuk nyanyian

    Kalam Tuhan, adalah manual dari
    Tuhannya langit untuk
    kelangsungan manusia
    di bumi

    ReplyDelete
  13. salam Dhamah,

    Dan Dialah Allah yang menurunkan
    Al-Quran

    Al-Quran adalah kalam-Nya
    wahyu dari-Nya

    ReplyDelete
  14. kerana itu...
    bacalah Ia...
    supaya engkau...
    mendapat WahyuNya...

    ReplyDelete
  15. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  16. KALAM-MU MILIK SIAPA

    Kalam-Mu nan tercatat
    bukan bahasaku
    aku cuma damai
    tika (Ia) dilafazkan

    Sejak kecil aku sekadar
    diajar membaca
    & mengenal tafsiran-Nya
    di sekolah diasuh
    bahasa penjajah
    bangga ilmu duniawi
    penuh di dada.

    Seyogia milik siapa?.

    September 3, 2009 1:18 AM

    ReplyDelete
  17. salam Idan,

    Alhamdulillah, sajakmu
    damai sekali

    Kalam-Nya untuk
    manusia

    ReplyDelete