Thursday, September 24, 2009

Muqaddam Dan Mainan

Berikan anak-anak, mainan
nombor dan huruf, angka dan
aksara, agar mereka tahu
membaca, tulis
dan kira

Berikan anak-anak, bola dan
kayu pemukul, guli dan
main tol, agar mereka
cergas dan sihat
betul-betul

Berikan anak-anak, muqaddam
dan penunjuk, rehal dan
songkok, agar mereka
tahu sujud dan
rukuk



Berikan anak-anak mengaji
agar mereka betul
kenal Allah dan
Rasul

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
04 September 09, ba’da taraweh



Inspirasi dari anak sulungku yang sudah
pandai baca kitab — muqaddam dan
surat besar-Nya

Kredit juga untuk isteri tercinta atas sentuhan
dua patah kata yang kerananya, sajak
ini berjaya disudahkan

Tuesday, September 15, 2009

Lebaran Yang Mesra

Ketika darah naik ke muka, sesiapa
Seolahnya tidak berguna lagi apa yang
dulu makan semeja, sama mengacung
tangan bila merdeka, naik kereta
bersama buatan Malaysia

Tidak adakah di dalam hati — sedikit
rasa-rasa kemanusiaan, saling memberi
dan merasa, berbudi dan berbahasa,
saling bermaafan, kasih dan cinta
sesama kita dan lainnya

Darah yang tumpah ke tanah, sama
panas, dan sama-sama merah
meski antara kita, kulit berlainan —
warna dan keturunan

Kita semua manusia, sama dijadikan
Sama punya hati dan perasaan,
keperluan dan penghargaan

Kawan — apa kata, sempena lebaran
yang mulia dan mendatang, kita lupakan
segala api sengketa dan permusuhan
untuk hidup di bumi-Nya yang
masih luas dan nyaman

Mari, atas nama Tuhan yang agung
dan rahman, kita hulurkan dua tangan,
dan sejuta hati kita bersalaman dari
denyutnya yang paling
tenang dan dalam



Salam satu Syawal untuk
satu Malaysia

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
13 September 09 7.00 petang



Selamat Hari Raya — dari kami sekeluarga
Maaf zahir dan batin, nampak dan tak
nyata, dari hujung ke hujungnya

Saturday, September 12, 2009

Puasa Yang Pertama


(sudah 22 hari Auzaei berpuasa)

Terima kasih anak keduaku
Kau menyebabkan abuya dan
ummimu bangga —

Bila bercerita riwayatmu
pada dua nenek dan
datuk-datukmu

Dalam umurmu 5, kau telah
belajar erti berpuasa, meski
buya dan ummimu
tak paksa*

Dari abangmu, kau belajar lapar dan dahaga
Darinya, kau jadi sabar dan perkasa
(hormat abangmu sampai
bila-bila)

Meski menangis sekali-sekala
di hari pertama — itu biasa
bila disua adik-adikmu,
dingin air dan lazat
kemosa

O Tuhan — sungguh anak-anak
adalah cahaya mata

Nikmat-Mu yang sungguh bahagia,
hadiah buat buya dan ummi
di dunia

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
25 Ogos 09 1.30 pagi



Inspirasi dari anak keduaku — yang
mengangguk setuju bila
diajak berpuasa

*sikit-sikit saja :)

Friday, September 11, 2009

Iklan Yang Hilang

(Elegi untuk Yasmin
Ahmad)

Meski kita berlainan bicara
tapi iklanmu — aku suka

Filemmu — tak pernah kulihat
tapi aku tahu, pro dan
kontranya

Agama — bacamu dan bacaku,
barangkali sama tetapi
tafsirmu dan tafsirku,
berbeza

Berehatlah kau di sana,
semoga



Kau kembali menemui-Nya
sebelum Ramadhan
menjelma

Kau tak sempat menyambutnya
bersahur dan berbuka
taraweh dan tadarus
kitab-Nya

Kalau kau masih ada
pasti karyamu
aku baca

Iklanmu yang penuh
sentosa

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
03 Ogos - 03 Sept 09

Tuesday, September 8, 2009

Wahyu Pertama

Hira’ menjadi saksi, turunnya
wahyu suci kepadamu,
Nabi

Jibril datang memeluk — kuat
Dari belakang, menyuruhmu baca
berulang-ulang

Dalam gentar, kau menjawab
Ma ana bi qari

saya tidak tahu
membaca

Lantas, guru agung pun mula mengajar,
pelajaran pertama yang terpahat
dalam peradaban, manusia dan
segala apa yang berada
di bawah kolong
langit-Nya

Iqra’ bismirabbikalazzii
khalaq

Dalam resah, kau pulang ke rumah
diselimut Khadijah yang setia,
bijak dan cinta

Sewaktu-waktu, kau tenang dalam
pujukannya, jantung kembali
berdegup seperti sekala, kering
sebentar keringat dan apa
yang gementar

Khadijah menyusul saudara pendita,
bertanya makna peristiwa, khabar
yang dibawa, khabar gembira
buat umat manusia

Muhammad, adalah nabi lagi rasul
Dia yang akhir lagi agung, dia
adalah khatimul
anbia’



Wahyu pertama dari Tuhan,
adalah watikah untukmu,
tuan

Kau adalah utusan Tuhan,
untuk seluruh
alam

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
04 September 09, ba’da taraweh



Inspirasi dari 17 Ramadhan yang
bersejarah

Sunday, September 6, 2009

Turunnya Al-Quran

Turunnya Al-Quran, adalah revolusi
pada bacaan dan sebuah perjuangan
yang menggerakkan Nabi
menggegarkan alam dan
seluruh isi

Turunnya Al-Quran, adalah revolusi
tanpa ar adalah evolusi
23 tahun lamanya
adalah solusi

Turunnya Al-Quran, adalah inspirasi
yang dirakamkan oleh hati-hati
seperti sebuah ukiran yang
terpahat di sanubari

Dari satu generasi ke satu
generasi

Dan Dialah Allah, Tuhan
yang menggerakkan
revolusi,

menurunkan Al-Quran
yang suci

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
12 Ogos – 06 Sept 09



Inspirasi dari turunnya, Al-Quran
Kitab-Nya yang agung
17 Ramadhan

Saturday, September 5, 2009

Zikir Anak-anakku

Tenggelam aku dalam lautan
asyik-Mu, bila anak-anakku
dari kudus hati mereka—

berzikir menyebut-nyebut
nama-Mu yang maha—
tinggi dan agung

Allah, Allah, Allah,
Allah
, Allah,
Allah


Tenang seketika darah
rasa, mengalir ke
tasik jiwa

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
04 September 09, ba’da Jumaat



Inspirasi dari siulan lidah anak-anakku, tatkala
memandu ke destinasi untuk membeli
jubah dan kopiah raya mereka

Thursday, September 3, 2009

Al-Quran Inspirasi

Al-Quran inspirasi Arab Badwi, bangkit
dan bangun berdiri, menjadi abid
kekasih di malam hari, dan
siang — seperti singa-singa
di medan berani

Ia inspirasi sebuah revolusi
rahmatan lil
alamin


Menguasai dua per tiga bumi
dengan kalimah tauhid
yang agung dan
tinggi

Ia, inspirasi

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
03 September 09 7.15 pagi



Inspirasi dari kitab-Nya yang agung,
Al-Quran

Tuesday, September 1, 2009

Kalam Yang Tercatat

Kalam Tuhan yang tercatat
di lembaran,

Dibalut sejuta debu-debu usang
di dalam almari tersimpan
sebagai hiasan

Kalam Tuhan yang tercatat
di lembaran,

Sepatutnya berdiam di dalam
diri seorang beriman, menjadi
lantera cahaya yang
tenteram

Kalam Tuhan yang tercatat
di lembaran,

Bilakah waktu akan terlontar
dari rongga lidah dan getar
jiwa— hati seorang insan

Kalam Tuhan yang tercatat
di lembaran,

Memberi sejuta makna — suci dan abadi
pada sebuah kehidupan yang
mati dan hitam



O Tuhan — aku masih berhempas pulas
menghabiskan satu-satu baris
catatan-Mu di lembaran
(sudah 11 hari kita
Ramadhan)

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
01 September 09 6.30 petang