Sunday, August 23, 2009

Deklarasi Waktu Berbuka

(Ketika rehat-rehat menunggu
waktu berbuka)

Di muka komputer aku menonton
Upin dan Ipin atas talian bersama
anakku berempat dan umminya
(rumah kami tiada TV)

Aku mengusik anak
ketiga,

Siapa tak puasa, tak boleh
makan, tak boleh
buka

Tiba-tiba wajahnya berubah,
mahu menangis — tanda
protes

Tak mmbuh, adi posa
nak buka


Tiba-tiba adik bongsunya
pun menyatakan protes
yang sama

Tak mmbuh, adik poca
adik nak buka


Mereka menolak untuk
tidak berpuasa

(meski baru sebentar, umminya
suapkan nasi)

Mereka menyatakan deklarasi
bersama—

Kami sama-sama berpuasa,
Oleh itu, kami berhak
sama-sama berbuka


Baiklah anak-anakku, demi niatmu
yang teguh dan protesmu merdeka
abuya menarik balik deklarasi
abuya tadi—

Adi dan adik berpuasa ini hari dan
boleh berbuka

Mereka berhenti menangis, sebab
abuya mereka terpaksa menerima
deklarasi yang diisytihar
bersama



Ah, anakku kecilmu sudah tahu
perkataan puasa meski
tak tahu makna

O Tuhan apakah makna,
sungguh Engkau
Maha Kaya

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
22 Ogos 09 7.00 petang



Inspirasi dari anak ketigaku, Muhammad Al-Hadi
yang sering menyatakan mahu
tapi menangis

21 comments:

  1. salam ramadhan
    ketemu semula
    menghadam puisimu yang ini
    membuatkan aku terimbau kenangan semasa anak-anak kecil dulu
    begitulah..
    kita ajar mereka mengenali puasa..
    dapat kubayangkan bila waktu berbuka...
    suasana bangga anak-anak yang berjaya dalam puasa mereka. yang puasanya tergugur pada hari itu, bila berbuka akur dengan sinisan abang dan kakak..itulah rempah ratus kehidupan...terima kasih kerana ia berjaya mengimbau kenangan lalu...

    ReplyDelete
  2. salam sahabatku Fauzi,

    Anak-anak adalah
    inspirasi

    Dulu, waktu kecil dulu-dulu
    siapa tak puasa tak boleh
    duduk bersama

    Dulu-dulu diberi makan
    Jadi tukang dengar
    azan

    ReplyDelete
  3. Ha semalam akak aku jenuh nak menasihat anaknya supaya sabar. itu masa dekat 1 jam lg nak buka! kesian juga tgk budak tu menangis tp budak2 kena ajar juga.

    ReplyDelete
  4. salam syahrul,

    Benar, budak-budak kena ajar juga.
    Dalam sajak tu, anak-anak saya
    umurnya 3 dan 4

    Yang sulung, sudah berpuasa
    tahun lepas meski umur baru 7
    bulan 10 tahun ini.

    Yang kedua, semalam baru belajar
    berpuasa, beberapa kali minta makan,
    bila time adik-adiknya makan

    ReplyDelete
  5. Salam

    Seronoknya saudara,berbuka dengan anak-anak. Aku kadang keseorangan,kadang berdua. Belum ada Tuhan berikan anugerah itu :)

    ReplyDelete
  6. Salam ddikasiuntukmu [at] Water Lily :)

    Berdoalah untuk itu, moga dimakbulkan-Nya
    molek benar kalau Ramadhan ini jadi
    permulaan, padanya barakah dan rahmat

    Mohonlah kepada-Nya

    ___

    Anak-anak adalah cahaya mata
    Penghibur hati penyejuk mata
    Nikmat Allah yang paling bahagia
    Nisbah benda lahirlah di dunia
    Amanah Allah yang mesti dijaga

    ReplyDelete
  7. salam..

    hehehe..

    terlukis kembali kenangan silam di kanvas hati..

    kirim salam kepada cahaya mata yang bocah tetapi geliga.. ;)

    salam...

    ReplyDelete
  8. salam cahya,

    Geliga hamba tahu,
    bocah hamba tak
    tahu

    Boleh bagitahu :)

    ReplyDelete
  9. Salam Abuyon,

    Gelagat anak kecil pastinya menghiburkan walaupun ada kala jenuh melayan. Anak-anak saya juga mengelat waktu berpuasa tahun lepas dengan berbagai alasan. Alhamdulillah tahun ini semuanya bersemangat dan berazam baru.

    Melentur buluh dari rebungnya, mendidik anak ketika kecilnya.

    Semoga Ramadhan tahun ni penuh berkat dan lebih bermakna.

    W'salam

    ReplyDelete
  10. Setiap bersaudara pasti merasa
    Tidak banyak sedkit pun ada
    Rindu terkenang putera berdua
    Hati menangis kasihan ibu tak bersama
    Syukur pada DIA Pencipta
    Puteri bongsu penghibur hati
    Allah bagi pengalaman pertama
    Mengajar anak seusia nak 6thn berpuasa
    Kali ini perlu hargai, Dulu kami sudah berpisah
    walaupun tidak terlalu lama
    Namun sedih usia kecilnya ibu tiada disisi..
    Semua itu qada dan qadar
    Ketentuan DIA haruslah redha
    Kisah dulu sudahpun berlalu
    Kini utama harus akhirat, Insya-Allah.
    Insya-Allah Allah bagi
    Balasan kesabaran setiap mukmin
    Tunggulah kita akhirat nanti
    Indahnya pasti tiada tandingan.

    ReplyDelete
  11. salam Muelan,

    Yup, benar. Anak-anak adalah penghibur hati saya sesudah umur makin bertambah ini. Kadang-kadang, bila mereka bermain bersama dengan bisingnya, saya biarkan saja. Meski naik angin juga pada waktu-waktunya. Syukurnya, sesudah abangnya berpuasa penuh tahun lepas, yang kedua pula belajar berpuasa tahun ini, meski umurnya baru 5 tahun.

    Adik-adik, belajar dari abangnya. Abangnya sulung itulah guru. Sebab dari dia, yang ke-3 dan bongsu sudah pandai baca doa makan, meski pelat pula.

    Salam Ramadhan. Moga malam kita, taraweh dan baca.

    ReplyDelete
  12. Salam Hajia,

    Mengapa sampai begitu ya Hajia. Apa yang hilang dulu adalah untuk manisnya hari ini. Ia adalah tarbiyyah dari-Nya. Tenanglah hati, munajatlah kepada-Nya di malam hari.

    ReplyDelete
  13. dalam perjalanan menujuNya...
    kadang-kadang alpa menguasai...
    melakukan sesuatu kerana pahala...
    melakukan sesuatu kerana syurga...
    melakukan sesuatu kerana takut neraka...
    melakukan sesuatu kerana buang dosa...
    jika itu yang dilakukan...
    tidaklah aku melakukan semata-mata untuk Allah...
    campakkanlah aku dalam neraka...
    kerana aku alpa...
    sujud kepadaMu semata-mata...

    ReplyDelete
  14. salam sahabatku Dhamah,

    Sujud adalah manifestasi,
    bahwa kita hamba,
    Dia Tuhan

    Apa benar hati kita
    benar-benar sujud
    kepada-Nya

    ReplyDelete
  15. jika semua dapat merasa...
    sudah tentu dunia berubah warna...
    ini ketentuannya...
    agar yang ada...
    membantu yang tiada...
    sesungguhnya hanya Allah yang ada...
    selain itu hanya sampah semata-mata...

    seperti aku...
    sampah yang perlu ditutupkan...
    engkau lainlah...
    telah mengerti...
    aku apa yang ada...

    ReplyDelete
  16. salam sahabatku Dhamah,

    Benar katamu, hanya Allah
    yang ada, tetapi selain-Nya
    adalah karya Dia,
    ciptaan-Nya

    Adapun, engkau sahabat
    adalah bukti
    kewujudan-Nya

    ReplyDelete
  17. Dia mencipta dengan indah...
    sehingga mata terpesona...
    hingga alpa kepada Dia...
    hebat cintaNya...
    sehingga alpa...

    mengukir wajah-wajah berbeza...
    agar kenal rupa...
    tapi mengapa...
    tidak kenal wajah disebalik rupa...
    yang terpahat dikalimahNya...

    ReplyDelete
  18. sahabatku Dhamah,

    Man 'arafanafsahu, faqad
    'arafa rabbahu

    ReplyDelete
  19. aku tidak tahu...
    apa yang sedang engkau katakan...
    sudah aku katakan...
    aku tidak mengetahui...

    boleh engkau terangkan...
    padaku apa maksudnya...
    disebalik ayat itu...
    supaya senyuman makin terukir...

    ReplyDelete
  20. salam sahabatku Dhamah,

    Masakan engkau tidak mengetahui,
    padahal engkaulah ahli

    Barangsiapa kenal dirinya, kenallah
    dia akan Tuhannya


    Sebagai jawab atas soalmu yang ini,
    tapi mengapa...
    tidak kenal wajah disebalik rupa...
    yang terpahat dikalimahNya...

    ReplyDelete
  21. mengenal diri mengenal Allah...
    mengenal Allah binasa diri...
    sesungguhnya hanya Allah mengenali diriNya...
    selain Allah tiada yang mengenaliNya...

    sesungguhnya aku tidak mengetahui...
    Siapa Allah...
    cukuplah jika aku mengenali diri...
    diri yang seharusnya mati...

    ReplyDelete