Sunday, July 26, 2009

Ketika Rindu Bertasbih

Ya Rasulullah, ya Rasulullah,
Ya Rasulullah

Menyebut-nyebut namamu
Membekas rasa kasih, meluap-luap
rasa rindu

Sebab itulah hanya,
yang kumampu

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
26 Julai 09 2.00 petang



Inspirasi dari artikel abuyon
Prolog : Untukmu ya
Rasulullah

4 comments:

  1. asalamualaikum..

    ada buku terbaru..

    tribute untuk tok guru..

    'bila cinta bertasbih..'

    dan kini..

    terdampar mutiara kata di depan mata..

    'bila rindu bertasbih..

    halus.

    ReplyDelete
  2. Wa'alaikumsalam wm wbt,
    cahaya malam

    Belum terkelih buku cinta itu tuan. Kalau ada izin-Nya,
    mahu juga memilikinya


    "terdampar mutiara kata di depan mata..
    'bila rindu bertasbih..
    halus."

    Buku itukah yang dimaksudkan atau sajak ini. Sebab kalau sajak ini, tajuknya 'Ketika Cinta Bertasbih'

    Kalau sajak ini yang dimaksudkan, molek pula saya cadangkan cahaya baca artikelnya di blog utama saya http://abuyon.blogspot.com tajuknya Prolog : Untukmu ya Rasulullah

    Moga-moga beroleh rasa, Insya-Allah

    ReplyDelete
  3. assalamualaikum..

    jujurnya 'mutiara di depan mata'

    menjurus kepada hasil buah fikiran tuan.

    iaitu 'ketika rindu bertasbih'

    memang halus sewaktu memamah ertinya..

    sekurang-kurangnya tulisan tuan mencungkil

    hati ini kepada allah dan rasul..

    tidak ketinggalana..

    terserlah keindahan bahasa bangsaku..

    teruskan ya ;)

    salam..

    ReplyDelete
  4. ah, cahaya malam. Kalau tak rasa apa-apa dengan pujian itu, bohonglah saya. Sebab saya manusia biasa. Begitu, saya kembalikan kepada-Nya, sebab hanya dia saja yang layak. Ilham inipun dari-Nya juga. Ya, puji dan puja hanya untuk Dia.

    Cahaya malam, saya dah link blog kamu, di sini karena menghargai silaturrahim yang dihulurkan lewat komentar yang diberikan.

    Sejuta terima kasih, saya ucapkan. Terima jugalah Kalam Penyair (sajak mula-mula saya poskan di sini) dari saya, sebagai hadiah perkenalan.

    p/s : sajak yang tajam pedas. Teruskan. O ya cuma sebagai seorang berpangkat abang, apa kata cahaya malam tulis penuh setiap perkataan. Baru mata enak membaca tiap patah bahasa. ke guane.

    ReplyDelete