Tuesday, December 29, 2009

Detak Jantung

Berdetak-detak jantungku
darah yang mengalir lesu
akal-akal yang bergetar
habanya membahang
ke seluruh daerah

Khabar dari jauh itu luka
tajam belati menghiris hati
yang belahnya adalah dua
ingatan sebagai hamba-Nya
adalah kifarah dosa

Kugenggam segala jiwa
dan kurobek-robek semula
atas benteng hukum yang teguh
tali yang diikat telah putus
mentari tak kenal siang
benih tak kenal tanah

Dan di ujung malam itu
nafas-nafas kudus dari bumi
menghamburkan sejuta rasa
keredhaan untuk-Nya

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
26 Ogos 1999 10.30 malam

Monday, December 21, 2009

Tanda Kasih

Malam gelak bintang hairan
bulan enggan awan mahu
siapa yang kering siapa yang hangat
jantung berdebar badan senyum
tanah tertawa pohon mengilai
sang kodok di hutan
sahut-menyahut
tanda menang
tanda riang

Itulah kasih Tuhan
melimpah ke alam

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
13 November 1997 9.30 pagi

Friday, December 18, 2009

Di Suatu Taman

Babak 1

Di suatu taman
tampak segar dan nyaman
bunga kembang sejuta warna
kumbang terbang ke sini sana
yang mata sejuk memandang
tumpah sampai ke tasik fana
O, betapa indah suasana
terserlah rahsia Tuhan
mengatur buana

Babak 2

Di suatu taman
tampak ceria dan lapang
bunga mekar sejuta rasa
kumbang penat tidak terasa
berdenyut rumpun minda
mengalir sampai ke tasik jiwa
O, betapa indah suasana
terserlah rahsia buana
anyaman keagungan Tuhan

Babak 3

Di suatu taman
tampak indah dan damai
bunga harum merata
kumbang singgah meminta
yang hati segala gementar
tapi semua hanya sebentar
O, betapa suasana
sudah retak sejuta
sudah rosak binasa
pudar warna ternoda
dicemari dua manusia
adam dan hawa

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
15 Julai 1998



Inspirasi ketika ke Taman Tasik Titiwangsa
dan Perdana

Thursday, December 10, 2009

Mancis-mancis Api

Mancis-mancis api
besar jasamu tak terkira
buat masak buat hangat
perlu api gores saja
terpercik nyala
siap siaga

Bang! api ada
Buat mencucuh
rokok sebatang
Malam nampak bara
siang kepulan ke udara

Malang, percik apimu
tak kuat menangggung
basah – seteru ketatmu
malang bertimpa, seteru bercambah
gores tak payah, basah tak kalah
karam jasamu dikekah lawan
pemetik api nama gelaran

Kita yang dulu diangkat, sekarang dihambat
Kita yang dulu dilonjak, sekarang dipijak
Akibat kemajuan zaman!

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
13 November 1997

Sunday, December 6, 2009

Warna Yang Tenteram

Ketika anak-anak di padang bola bermain,
berbunga hati mereka di bilik darjah,
sama mengeja dan sama membaca,
melukis dan mengecat
tak kira apa warna

Jangan kita-kita yang kononnya matang
dan dulu, merasa garam menghitam
dan menghilangkan — warna-warna
harmoni dan tulus yang dipalit
mereka bersama penuh
tenteram

Mari anak-anak, kita mewarna
dengan kalam Tuhan, agar
dunia dan isinya aman

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
13 September 09 8.00 malam

Tuesday, December 1, 2009

Wahai Sang Lipan

Wahai sang lipan — maafkan aku
Engkau terpaksa kubunuh
Terhenti nafasmu dek
hentakanku,
maaf.

Telah kupinta ampun dari Tuhan
Kumohon maaf darimu pula
Sebab — bimbang aku
di hari pengadilan
engkau minta
dihakimkan

Tetapi wahai sang lipan — aku terpaksa
Engkau masuk ke taman larangan
Itulah hukuman yang telah
dijatuhkan

Wahai sang lipan — ketahuilah
Engkau merbahaya
karena aku
manusia!

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
09 November 1999, 4.15 pagi



Adalah hukum — engkau meluka untukmu hidup,
engkau diluka untukku hidup, matilah engkau
dalam kemuliaan untuk kesejahteraan
insan – mudah-mudahan!

Pernah kuceritakan hal ini kepada
seseorang.

Monday, November 23, 2009

Kasih Tandus

Telah kering telaga rasa — kasih dan cinta
Bagai gurun tandus dimarah terik mentari
Siapa yang jejak mati jadinya tulang berserak
Terkubur tiada tanda terpahat tanpa nama

Embun enggan walau setitis pada yang gersang
Segunung dosa-dosa hitammu dan masih berbau
Terhidu saja bisa bergelimpang jiwa-jiwa
Tiada daya upaya melainkan-Mu jua
ya Rahman

O
Tuhan — yang Maha Pengasih
Beri sinar cinta dan kasih
Walau secebis!

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
8 Ogos 1999, 5.30 pagi



O Tuhan — Engkau mengetahui hal
keadaanku, pada-Mu aku
berserah diri

Tuesday, November 17, 2009

Jantung Harakah

Buatlah harakah
Bermula dengan halaqah
Berkiblat ke Mekah
Mengaji sampai ke takah
Usah banyak berdekah
Biar penuh markah
Isi susah lekah

Dalam jantung harakah
Semua jiwa bernikah
Ikat biar barakah
Jangan salah langkah
Pijak sampai merekah
Akibat pangkah-memangkah

Pada muara harakah
Jangan tahan lukah
Pada yang berkekah
Sebab arus ditongkah
Kelak jadi serakah
Pecah harakah

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
7 Nov 1997, 3.00 petang



Patah sajak di atas saya tujukan kepada jemaah atau thoifah
yang bergerak, orang-orangnya yang ikut berjuang
menegakkan kalimah Allah SWT di mana-mana
muka bumi Allah ini.

Tuesday, November 10, 2009

Jangan Dulu

Satu perkara yang tidak kau tahu,
jangan dulu kau geleng, menafi
marah sengoti atau kau
angguk setuju

seperti sabda Nabi — kita
memusuhi apa yang
kita tak tahu

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
04 September 09, ba’da taraweh



Inspirasi dari Hadis Rasulullah SAW

Tuesday, October 27, 2009

Antara Kita

Ketika hati ini disapa suara-suara merdu kata
dari hutan warisan yang hijau penuh rahsia
bagai ada kuasa menarik-narik tiap denyut rasa
gembur tanah bertunas sudah benih-benih cinta

Ketika akar kita mencari air setitik untuk baja,
sinar mentari menyuluh dedaun dan siapa saja,
menerima dan memberi agar hutan ini terpelihara —
ada hangus dan luka berlangsung di hujung muara

Tercalar cedera dan mengalir merah darah rasa
ditusuk onak dan duri pohon gagah dan bisa
tatkala mentari terik membakar panas muka
rimba ini seakan-akan terasa bagai neraka

Antara kita jangan ada sengketa
dan bila saja ia menjelma, berdiri
segera adab agama karena
semua itu ada pada kita

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
12 Jun 1999 6.30 pagi



Inspirasi dari Hadis Rasulullah SAW

Sunday, October 25, 2009

Bila Antaranya Tiada Pihak Ketiga

Ketika dakwah Rasulullah mula serasi
Pimpinan Quraisy berkonspirasi
mahu menjatuhkan Nabi

Ketika itulah sang Iblis menampilkan diri
Mengemukakan cadangan
jahat bestari

Sengketa tidak wujud antara dua jiwa
bila antaranya tiada pihak ketiga,
syaitan atau manusia

Qul aamantubillah
thummastaqim


Katakanlah! aku beriman kepada Allah,
kemudian berpegang
teguhlah!

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
27 Julai 09 2.15 petang



Inspirasi dari panasnya bumi Perak dan artikel abuyon
Bila Antaranya Tiada Pihak Ketiga

Ya Allah Tuhan yang mendengar setiap suara,
aku mohon keselamatan agamaku, isteriku
dan anak-anakku, duniaku serta
hartabendaku

Ya Allah Tuhan yang mendahului setiap yang berlalu,
tutupilah keaiban kami, tenangkanlah kegelisahan
kami, peliharakanlah kami dari bencana yang
menimpa kami dari muka dan belakang, dari
kiri dan kanan, dari atas dan perlindungan
dengan kebesaran-Mu, diperdaya
dari bawah

Ya Allah Tuhan yang dengan nama-Mu maha Agung
yang tersembunyi, aku berlindung kepada-Mu
dari kejahatan diriku, dan kejahatan
syaitan yang menipu dan kejahatan
pihak ketiga yang mengganggu

Jika mereka berpaling, katakanlah —
cukuplah Allah tempatku
berpegang

Monday, October 12, 2009

Warkah Cinta [1]

Dengan nama-Mu Tuhan yang Maha
Pengasih Maha Penyayang

Sejahtera atasmu wahai isteri
yang dicintai, moga-moga Tuhan
sentiasa mengasihi

Wahai isteri,
Tak dapat abang nyatakan di sini
Betapa kosongnya hati apabila
engkau tiada di sisi

Terasa segala yang ada khayali
dan tidak wujud lagi

Wahai isteri,
Engkau adalah nafas, engkaulah
permaisuri

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
27 Julai 09 6.00 petang



Inspirasi dari surat lama yang kujumpa
[bertarikh 30 November 2002] yang
terkandung di dalamnya, cinta

Thursday, October 8, 2009

Fatehah Untuknya II

Dari Allah kita datang, kepada-Nyalah
kita kembali, Al-Fatehah
untuknya

Dia telah pergi menemui,
Tuhannya

Moga berlapang dada,
siapa yang masih
ada



Pesanan itu adalah untuk aku tak
terperi kerana dia yang pergi
adalah sahabatku sendiri

Meski beberapa tahun lebih tua dariku,
Dia sering merendah diri dan aku
memahami, lantaran itu aku
sentiasa hormat padanya
peribadi

Kita yang dulu pernah kembara,
ketawa bersama, makan sekali
bercerita tentang anak-anak
dan murni cita-cita, kini
telah tiada lagi

Senpai, kau adalah sahabat
dan seorang abang dunia
sampai akhirat



Siapa yang dekat, siapa yang wujud
di dalam hati, pastilah airmata
mengalir walau setitis tatkala
berita kematian terbaca
di mata atau terdengar
di cuping

Dua mata ini tambah berkaca
bilamana melihat wajah muram
kakak dan riang adik-adik
bermain

Dan isteri yang terserempak
di perkuburan saling menyapa
tanpa suara adalah sebak
di dalam jiwa

Hanya senyuman yang pahit, saling
mengangguk dan mengerti
rasa dan suasana

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
05 Oktober 09, 11.50 pagi
[Saat menyolatkanmu, mengusungmu
ke perkuburan]



Untuk sahabat, Hanifa Razali
Kembali ke rahmatullah
pada 04 Oktober 2009
jam 6.55 petang

Monday, October 5, 2009

Nafas-nafas Yang Tertahan

Terbelah dada tujuh lautan, meraung
dari rongga perutmu menghempas
nafas-nafas yang tertahan antara
sejuta doa dan getir kematian yang
memenuhi seluruh ruang

Tanah-tanah yang punah dan bayangan
malaikatul-maut yang bergantungan
adalah hitam dan mengerikan

Ketika teriak dan terjahmu berhenti
seakan reda gelombangmu menipis
dan sewaktu-waktunya ia menjadi
mesra kembali,

ada selaut genangan darah merah
menyebak menghiasi wajahmu tenang
bersama gelimpangan jiwa-jiwa yang
menjadi korban tak bernyawa,
hanyut di perutmu adalah
pusara tanpa nesan,

tanpa tanda adalah gertakan
dari Tuhan untuk manusia
dan seluruhnya yang
lalai dan sentiasa
melawan



Untuk mereka yang bertarung
di antara keluar masuk nafas
penghabisan

Biar apapun nama yang dipanggil,
Ketsana di Vietnam dan Filipina
Tsunami di Samoa dan gempa
bumi di Padang

Biar kali yang ke-berapa dan di mana
pun ia menggulung, melengking dan
meledak, jangan engkau menyerah
meski tertewas

Moga engkau tenang bersemadi di perutnya
tujuh daratan dan tujuh lautan untuk
kembali menghadap Tuhan

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
03 Oktober 09 10.30 malam



Inspirasi dari Tsunami pertama dan
konco-konconya

Thursday, October 1, 2009

Hitam Dari Matamu

Seru dari lidahmu
Terbakar sejuta rasa dari tanah pusaka
Sengketa dua tuan satu bahasa
Akibat dari khabar yang tak terbela
Bagaikan api dalam sekam yang
telah sekian lama mencengkam

Hitam dari matamu
Tercalar luka yang kian parah
dari tangan dan tuan durjana
Terbongkar hutan kebenaran
tersiat cita keadilan

Lalu, terpateri sebuah sejarah
Yang isinya penuh batu tajam
yang padat dengan kezaliman
Sampai bilakah?

Pesanku padamu —
Besarkan Tuhan atas segala!
Hanya jiwa yang agung tak hangus
tak hitam walau terpenjara

Terima kasihku padamu
kerana memulakan!

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
17 Mei 1999



Inspirasi dari krisis kuasa yang mengubah
lanskap politik tanahair

Thursday, September 24, 2009

Muqaddam Dan Mainan

Berikan anak-anak, mainan
nombor dan huruf, angka dan
aksara, agar mereka tahu
membaca, tulis
dan kira

Berikan anak-anak, bola dan
kayu pemukul, guli dan
main tol, agar mereka
cergas dan sihat
betul-betul

Berikan anak-anak, muqaddam
dan penunjuk, rehal dan
songkok, agar mereka
tahu sujud dan
rukuk



Berikan anak-anak mengaji
agar mereka betul
kenal Allah dan
Rasul

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
04 September 09, ba’da taraweh



Inspirasi dari anak sulungku yang sudah
pandai baca kitab — muqaddam dan
surat besar-Nya

Kredit juga untuk isteri tercinta atas sentuhan
dua patah kata yang kerananya, sajak
ini berjaya disudahkan

Tuesday, September 15, 2009

Lebaran Yang Mesra

Ketika darah naik ke muka, sesiapa
Seolahnya tidak berguna lagi apa yang
dulu makan semeja, sama mengacung
tangan bila merdeka, naik kereta
bersama buatan Malaysia

Tidak adakah di dalam hati — sedikit
rasa-rasa kemanusiaan, saling memberi
dan merasa, berbudi dan berbahasa,
saling bermaafan, kasih dan cinta
sesama kita dan lainnya

Darah yang tumpah ke tanah, sama
panas, dan sama-sama merah
meski antara kita, kulit berlainan —
warna dan keturunan

Kita semua manusia, sama dijadikan
Sama punya hati dan perasaan,
keperluan dan penghargaan

Kawan — apa kata, sempena lebaran
yang mulia dan mendatang, kita lupakan
segala api sengketa dan permusuhan
untuk hidup di bumi-Nya yang
masih luas dan nyaman

Mari, atas nama Tuhan yang agung
dan rahman, kita hulurkan dua tangan,
dan sejuta hati kita bersalaman dari
denyutnya yang paling
tenang dan dalam



Salam satu Syawal untuk
satu Malaysia

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
13 September 09 7.00 petang



Selamat Hari Raya — dari kami sekeluarga
Maaf zahir dan batin, nampak dan tak
nyata, dari hujung ke hujungnya

Saturday, September 12, 2009

Puasa Yang Pertama


(sudah 22 hari Auzaei berpuasa)

Terima kasih anak keduaku
Kau menyebabkan abuya dan
ummimu bangga —

Bila bercerita riwayatmu
pada dua nenek dan
datuk-datukmu

Dalam umurmu 5, kau telah
belajar erti berpuasa, meski
buya dan ummimu
tak paksa*

Dari abangmu, kau belajar lapar dan dahaga
Darinya, kau jadi sabar dan perkasa
(hormat abangmu sampai
bila-bila)

Meski menangis sekali-sekala
di hari pertama — itu biasa
bila disua adik-adikmu,
dingin air dan lazat
kemosa

O Tuhan — sungguh anak-anak
adalah cahaya mata

Nikmat-Mu yang sungguh bahagia,
hadiah buat buya dan ummi
di dunia

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
25 Ogos 09 1.30 pagi



Inspirasi dari anak keduaku — yang
mengangguk setuju bila
diajak berpuasa

*sikit-sikit saja :)

Friday, September 11, 2009

Iklan Yang Hilang

(Elegi untuk Yasmin
Ahmad)

Meski kita berlainan bicara
tapi iklanmu — aku suka

Filemmu — tak pernah kulihat
tapi aku tahu, pro dan
kontranya

Agama — bacamu dan bacaku,
barangkali sama tetapi
tafsirmu dan tafsirku,
berbeza

Berehatlah kau di sana,
semoga



Kau kembali menemui-Nya
sebelum Ramadhan
menjelma

Kau tak sempat menyambutnya
bersahur dan berbuka
taraweh dan tadarus
kitab-Nya

Kalau kau masih ada
pasti karyamu
aku baca

Iklanmu yang penuh
sentosa

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
03 Ogos - 03 Sept 09

Tuesday, September 8, 2009

Wahyu Pertama

Hira’ menjadi saksi, turunnya
wahyu suci kepadamu,
Nabi

Jibril datang memeluk — kuat
Dari belakang, menyuruhmu baca
berulang-ulang

Dalam gentar, kau menjawab
Ma ana bi qari

saya tidak tahu
membaca

Lantas, guru agung pun mula mengajar,
pelajaran pertama yang terpahat
dalam peradaban, manusia dan
segala apa yang berada
di bawah kolong
langit-Nya

Iqra’ bismirabbikalazzii
khalaq

Dalam resah, kau pulang ke rumah
diselimut Khadijah yang setia,
bijak dan cinta

Sewaktu-waktu, kau tenang dalam
pujukannya, jantung kembali
berdegup seperti sekala, kering
sebentar keringat dan apa
yang gementar

Khadijah menyusul saudara pendita,
bertanya makna peristiwa, khabar
yang dibawa, khabar gembira
buat umat manusia

Muhammad, adalah nabi lagi rasul
Dia yang akhir lagi agung, dia
adalah khatimul
anbia’



Wahyu pertama dari Tuhan,
adalah watikah untukmu,
tuan

Kau adalah utusan Tuhan,
untuk seluruh
alam

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
04 September 09, ba’da taraweh



Inspirasi dari 17 Ramadhan yang
bersejarah

Sunday, September 6, 2009

Turunnya Al-Quran

Turunnya Al-Quran, adalah revolusi
pada bacaan dan sebuah perjuangan
yang menggerakkan Nabi
menggegarkan alam dan
seluruh isi

Turunnya Al-Quran, adalah revolusi
tanpa ar adalah evolusi
23 tahun lamanya
adalah solusi

Turunnya Al-Quran, adalah inspirasi
yang dirakamkan oleh hati-hati
seperti sebuah ukiran yang
terpahat di sanubari

Dari satu generasi ke satu
generasi

Dan Dialah Allah, Tuhan
yang menggerakkan
revolusi,

menurunkan Al-Quran
yang suci

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
12 Ogos – 06 Sept 09



Inspirasi dari turunnya, Al-Quran
Kitab-Nya yang agung
17 Ramadhan

Saturday, September 5, 2009

Zikir Anak-anakku

Tenggelam aku dalam lautan
asyik-Mu, bila anak-anakku
dari kudus hati mereka—

berzikir menyebut-nyebut
nama-Mu yang maha—
tinggi dan agung

Allah, Allah, Allah,
Allah
, Allah,
Allah


Tenang seketika darah
rasa, mengalir ke
tasik jiwa

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
04 September 09, ba’da Jumaat



Inspirasi dari siulan lidah anak-anakku, tatkala
memandu ke destinasi untuk membeli
jubah dan kopiah raya mereka

Thursday, September 3, 2009

Al-Quran Inspirasi

Al-Quran inspirasi Arab Badwi, bangkit
dan bangun berdiri, menjadi abid
kekasih di malam hari, dan
siang — seperti singa-singa
di medan berani

Ia inspirasi sebuah revolusi
rahmatan lil
alamin


Menguasai dua per tiga bumi
dengan kalimah tauhid
yang agung dan
tinggi

Ia, inspirasi

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
03 September 09 7.15 pagi



Inspirasi dari kitab-Nya yang agung,
Al-Quran

Tuesday, September 1, 2009

Kalam Yang Tercatat

Kalam Tuhan yang tercatat
di lembaran,

Dibalut sejuta debu-debu usang
di dalam almari tersimpan
sebagai hiasan

Kalam Tuhan yang tercatat
di lembaran,

Sepatutnya berdiam di dalam
diri seorang beriman, menjadi
lantera cahaya yang
tenteram

Kalam Tuhan yang tercatat
di lembaran,

Bilakah waktu akan terlontar
dari rongga lidah dan getar
jiwa— hati seorang insan

Kalam Tuhan yang tercatat
di lembaran,

Memberi sejuta makna — suci dan abadi
pada sebuah kehidupan yang
mati dan hitam



O Tuhan — aku masih berhempas pulas
menghabiskan satu-satu baris
catatan-Mu di lembaran
(sudah 11 hari kita
Ramadhan)

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
01 September 09 6.30 petang

Monday, August 31, 2009

Bila Hendak Merdeka

Ketika menghitung hari akan tiba
Satu Malaysia sambut merdeka
Berita ini menggegarkan jiwa
Bila Melayu usung kepala

Lembu dan kepalanya adalah
simbolik — tanda protes
jiwa mereka

Kenapa dipijak-pijak kepalanya
Ia ibadah aqiqah dan
korban raya

Kenapa dihina agama mereka
kalau tidak bersetuju
dengan manusia

Hey kan marah kita bila dibuat
perkara yang sama — mana
pergi satu Malaysia

Kita tak mahu — esok baca berita
tertumpah darah kita dan mereka,
saat negara sambut merdeka
kerana seekor kepala

Ini zaman teknologi dan komunikasi
Kenapa tidak dihantar e-mail
atau sms saja



Hey mana budi bahasa
budaya kita

Mana Tuhan, mana ajaran
kitab-Nya

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
31 Ogos 09 6.00 pagi

Saturday, August 29, 2009

Anugerah Ilham

Debur ombak pantai hijau pohon rimba liar merata
Deru angin lihat biru angkasa tanah subur di bumi nyata
Siapa pula yang sanggup merasa,
sanggup pula menyata

Jika pelukis terpaparlah ia warna-warni di kanvas rasa
Jika penyair terlontarlah ia kata indah di pekak udara
Jika pengarang tertumpahlah ia
dakwat tinta

Tak tertahan anugerah itu datang mencurah-curah
Tanpa sekatan tanpa batasan tak kira masa
di mana-mana

Laksana air gunung mengalir deras
ke lembah-lembah

Bukan paksaan, bukan bisikan, bukan waham
Tapi dipanggil orang — ilham

Terima kasih
ya Tuhan

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
13 Oktober 1997 3.46 pagi



Inspirasi dari sajak ini, saya telah menulis artikel
Suara Rasa Dari Jendela Seni [baca]

Bacalah sahabat di laman
Dari Tarikan Nafas
@buyon

Wednesday, August 26, 2009

Dalam Suasana

Dalam suasana ketika bersama
Dengan adab dan adat-Nya,
meski di alam maya
adam dan hawa

Moga-moga beroleh rasa,
moga bersih zahir dan
batin kita

Bila mengikut
aturan-Nya

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
18 Ogos 6.30 petang



Peringatan kepada blogger
berlainan gender

Tuesday, August 25, 2009

Doa Yang Satu

(Hari pertama ketika waktu nikmatnya
orang berpuasa)

Sungguh riang anak-anakku
Saat berbuka hampir tiba
siapa tak puasa, siapa
berpuasa

Dengar tak dengar antara,
telinga menangkap azan
di maghrib udara

Anak sulungku dengan sukanya
menyampaikan khabar
gembira

Buya, bang doh

Anak-anak tangan bersedia, menadah
doa seperti biasa bila hidangan
di depan mata

Akupun mula membaca,
Allahumma lakasumna _______
serentak anak bongsuku baca,
Allahumma banya

Bila aku teruskan juga, lantas
dia menghamburkan
airmata

Dia menyeru-nyeru kepadaku
dengan tangisnya—

Baca semula, baca semula
baca semula
(dengan nadanya yang suka
kudengar)

O ya, dia tahu hanya doa yang itu
Meski pelat bila membaca, dia dulu
dia penghulu

Bila baca kita lain darinya, dia tak mahu
Kupujuk-pujuk kuberi lalu, bacalah
anakku doamu seperti selalu

Dengan lagunya, dia membaca
Kami ikut alunannya, kami baca
Dengan nama-Nya, kami
berbuka dengan
gembira



Ya Tuhan, aku jadi malu
Kau ajar aku melalui
karenah anakku

Perbuatlah, tiap pengetahuan
yang Kau beri walau
satu

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
22 Ogos 09 7.30 malam



Inspirasi dari karenah anak bongsuku yang sudah
pandai baca doa walau satu dengan susunan lagu
yang ditiru dari abang Adinya itu

Sunday, August 23, 2009

Deklarasi Waktu Berbuka

(Ketika rehat-rehat menunggu
waktu berbuka)

Di muka komputer aku menonton
Upin dan Ipin atas talian bersama
anakku berempat dan umminya
(rumah kami tiada TV)

Aku mengusik anak
ketiga,

Siapa tak puasa, tak boleh
makan, tak boleh
buka

Tiba-tiba wajahnya berubah,
mahu menangis — tanda
protes

Tak mmbuh, adi posa
nak buka


Tiba-tiba adik bongsunya
pun menyatakan protes
yang sama

Tak mmbuh, adik poca
adik nak buka


Mereka menolak untuk
tidak berpuasa

(meski baru sebentar, umminya
suapkan nasi)

Mereka menyatakan deklarasi
bersama—

Kami sama-sama berpuasa,
Oleh itu, kami berhak
sama-sama berbuka


Baiklah anak-anakku, demi niatmu
yang teguh dan protesmu merdeka
abuya menarik balik deklarasi
abuya tadi—

Adi dan adik berpuasa ini hari dan
boleh berbuka

Mereka berhenti menangis, sebab
abuya mereka terpaksa menerima
deklarasi yang diisytihar
bersama



Ah, anakku kecilmu sudah tahu
perkataan puasa meski
tak tahu makna

O Tuhan apakah makna,
sungguh Engkau
Maha Kaya

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
22 Ogos 09 7.00 petang



Inspirasi dari anak ketigaku, Muhammad Al-Hadi
yang sering menyatakan mahu
tapi menangis

Friday, August 21, 2009

Masuk Ke Daerah-Nya

Ramadhan ini, adalah
pintu

Masuklah kau dan aku ke
dalam daerah-Nya

Bersama sembah — rukuk
dan sujud-sujud

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
20 Ogos 09 5.38 petang



Inspirasi dari seorang sahabat yang
berjalan menuju Tuhan

Wednesday, August 19, 2009

Kalau Tuhan Nak Sudi

Pagi Jumaat isteriku membakar sampah
Anak bongsuku bermain tanah

Tak lama, uminya marah-marah
Dia menangis, masuk ke rumah
mengadu pada ayah

Ya, mi wak ya
(dengan nadanya yang suka
kudengar)

Kupujuk dia kutanya, kenapa umi
marah-marah

Dalam pelatnya, dia
menjawab, tegas

Mi cuh bacuh
kaki, ya

Aku senyum nampak di muka
Dalam hatiku, pecah ketawa

Ah, kalau Tuhan nak sudi
apa saja boleh jadi



Untukmu anak, bila kau
besar nanti

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
28 Julai 09 12.10 tengahari



Inspirasi dari anak bongsuku, Muhammad Asy-Syazili
yang memanggilku obuya

Tuesday, August 18, 2009

Untukmu, Pyanhabib

(ketika pertama kali aku menikmati
sajakmu di blog)

Saudara, patahmu pendek
tetapi berisi

Nyata kau, dianugerah
kalam bestari

Ah, senang sekali kalau
dapat kita berinteraksi
meski hanya di
laman ini

Moga-moga kau meniti
atas kalamnya Ilahi,
Allahurabbi



Untukmu, Pyan
sebelum kau pergi

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
30 Julai 09 3.00 petang



Sejuta terima kasih, bro

Thursday, August 13, 2009

Revolusi Penulisan

Zaman ini, tiap orang mahu menulis,
adalah aspirasi

Zaman ini, tiap patah yang ditulis,
adalah kontroversi

Dengan ini zaman ini,
aku isytiharkan
sendiri –

Dengan terledaknya blog,
adalah revolusi

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
27 Julai 09 10.50 pagi



Inspirasi dari artikel abuyon
Menulis sampai ke syurga

Wednesday, August 12, 2009

Hadirin Dari Langit

Dari jauh, aku melihat kebesaran
majlis pengiktirafan ilmu dan
segulung kertas

Dari bawah, aku melihat kehebatan
peribadi dengan jubah dan topi-topi
di gah pentas

Ah, aku jadi bermimpi-mimpi
melihat sebuah kehebatan peribadi
yang agung dan terpuji

Di dalam kebesaran majlisnya
yang sederhana, dikelilingi sahabat
sejati dan dihadiri malaikat
dari langit

Dari tarikan nafas,
abuyon
Batu Pahat, Johor
08 Ogos 09 11.00 pagi



Inspirasi dari sebuah majlis yang
lewat kuhadiri

Tuesday, August 11, 2009

Ini Zaman Moden

Zaman ini zaman moden
Fikiran mesti terbuka, fesyen terbuka-buka
Jalan mesti pantas, cepat-cepat

Apa tunduk-tunduk, itu zaman dulu
Zaman sekarang kena cepat,
kena terbuka

Jalan mesti ke depan, tegak mendada
Bukan tunduk-tunduk,
lambat

Dah kalau tunduk, mestilah tak nampak
Dah kalau tunduk, mestilah lambat,
sokmo ketinggalan

Hey kawan — ini zaman moden
Tunduk-tunduk tutup-tutup, tak main ya
Orang sudah kuat — segala fizik,
spirit dan minda

Hey hey kawan — tepuk dada, tanya iman kita
dulu kuat mana, sebelum kita
dicampak-Nya ke neraka

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
27 Julai 09 9.00 malam



Inspirasi dari artikel abuyon
Tundukkan Pandangan

Monday, August 10, 2009

Jantung Tak Berdegup

(ketika aku di muka komputer, membaca
blog sajak kematiannya)

Rendra,
Meski kau jarang kubaca,
tapi patahmu aku
mesra

Sebab sering kau
melagukan perjuangan
dan Tuhan kita

Rendra,
Meski sekali, jantung mesti
berhenti berdegup, nafas
mesti berhenti, keluar
masuk

Pergilah menemui Kekasihmu
kerana pernah kau
berkata,

Tuhan, pada-Mu
aku cinta



Waktu dan nafasnya
Awal dan akhir kalamnya,
1935 - 2009

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
10 Ogos 09 7.30 pagi



Inspirasi dari Tuhan, Aku Cinta Pada-Mu
WS Rendra

Wednesday, August 5, 2009

Vice-versa [3]

Hidup, bukan bernafas
keluar masuk
Vice-versa

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
5 Ogos 09 9.30 pagi



Inspirasi dari kitab-Nya yang agung,
Al-Quran

Tuesday, August 4, 2009

Vice-versa [2]

Dalam nikmat, ada bala
Vice-versa

Kau serang, kami kucuk barak lari
Kami tahu - kalau kau serang lagi,
beratus kami mati
(saat ini 31 Julai 09, sudah 5 mati)

Hey selsema hanya,
impaknya mati

Pernah Tuhan berkata di dalam
Kitab-Nya - meski sekali,
mati itu mesti

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
31 Julai 09 11.00 malam



Inspirasi dari artikel abuyon
Selsema Hanya Impaknya
Maksima

[Kucuk barak - lintang pukang]

Monday, August 3, 2009

Gadis-gadis Terdedah

Gadis-gadis terdedah,
pada kemajuan dan tamadun
zaman

Kerja canggih-canggih,
fikiran hebat-hebat
tenaga kuat-kuat

Tapi kenapa dibiar,
rambut dan kepala
betis dan paha,
terdedah

Pada mata-mata cela,
pada tangan-tangan
durjana

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
November 1997 5.00 petang



Inspirasi dari Zaman Ini — Masuri SN dan ia rasa hati saya, melihatkan suasana pada tahun 1997 sewaktu bekerja
di Bandaraya penuh lumpur

Sunday, August 2, 2009

Ketika Rindu Bertasbih [2]

Ya Tuhan, ketika hati melonjak-lonjak
Terlukis di kanvas rasa terpendam,
penuh dan berdenyut dalam
Ah, rindu itulah

Terkadang menitiskan airmata
terkenangkan banyaknya dosa,
hati lagha sewaktu bersama

Lama sudah tidak berjumpa
meski lidah sentiasa, menyebut-nyebut
nama dan diri tuan empunya

Ahlan, ahlan ya Ramadhan
Aku menunggumu bak
pungguk rindu

Mampirlah ya Ramadhan yang mubarak
penuh rahmat penuh barakah
Rindu padamu akan reda,
sedikit saja masa lagi,
aku optimis

Bertasbihlah rindu,
menggamit kau datang
ya Ramadhan!

Dari tarikan nafas
abuyon
Madrasah Sains
01 Ogos 09 11.00 pagi



Inspirasi dari artikel abuyon
Ketika Rindu Bertasbih

Friday, July 31, 2009

Kena Tulis Nama

Anak sulungku tahun pertama
tiba-tiba bertanya, kenapa bila pagi
masuk sekolah, kena
tulis nama

Hairan, kutanya dia – siapa tulis
Su Na dan kawannya. Jawabnya, terang
dan bersahaja

(Su Na adalah emak saudaranya – tahun lima,
Su – bongsu, Na – singkatan namanya)

Kenapa pula kena tulis nama
O patutlah, begitu rupanya
Su Na dan kawannya,
pengawas

Tulis nama sebab, anakku lewat
Kerana abuyanya hantar dia
lambat

Benar-benar susu lembu punya,
sapi dapat nama

Bagaimana esok-esok, kalau hari ini
kita asyik melengahkan perintah-Nya
Kena tulis nama atau
apa



Untukmu anak, bila kau
besar nanti

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
27 Julai 09 3.00 petang



Inspirasi dari anak sulungku yang baru pulang dari sekolah,
yang memanggilku abuya

Buya, bakpe kena tulis nama

Thursday, July 30, 2009

Teknologi Yang Dulu

Masihkah kau ingat, dulu-dulu
Ia teknologi yang aspirasi
Adanya, adalah kemajuan
menyenangkan interaksi

Siapa yang ada, dia moden
dia hebat, terkehadapan
sekali

Tetapi besar saiznya,
boleh buat plekong anjing
Dari siku hingga ke
genggam jari

Lagi sekali, yang kalau diplekong
anjing pun mati, tetapi itulah
namanya teknologi

Ia teknologi, ilham sebenar
dari tuannya langit,

AllahuRabbi

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
30 Julai 09 7.00 pagi



Inspirasi dari artikel abuyon
Teknologi Yang Hilang

[Plekong - baling]

Wednesday, July 29, 2009

Vice-versa [1]

Dah ada dalam paper,
semalam


Respon seorang rakan bila saya war-warkan
dalam group email – sekolah kami dulu,
tutup – kena serang
H1N1

Reply saya,

Ooo. Malas nak keluar pagi beli paper
Internet, memang jarang buka
kalau berita

Apa-apapun yahoo
cuti belaka

Inilah yang dikata, dalam bala
nikmat ada, vice-versa

Ingatlah Tuhan, sesiapa
Bila berlaku apa

Ke guane

Dari tarikan nafas,
abuyon
madrasah Sains
28 Julai 09 11.50 pagi



Inspirasi dari interaksi email. Sajak ini adalah eksperimen — guna patah Inggeris [di-Italic-kan] yang biasa kita pakai,
hari-hari

Sumber berita first hand — dari seorang ibu pelajar sekolah
kami yang sedang mencarikan anaknya,
tuisyen matematik

Tuesday, July 28, 2009

Fatehah Untuknya

Dari Allah kita datang, kepada-Nyalah
kita kembali, Al-Fatehah
untuknya

Dia telah pergi menemui,
Tuhannya

Moga berlapang dada,
siapa yang masih
ada

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
28 Julai 09 8.30 pagi



Untuk adik Alisa Jasmine Azman
Puteri senior batch 88 sekolah kami
Kembali pada 25 Julai 09
jam 9.00 pagi



Takziah dari saya melalui tarikan nafas ini. Moga terhibur, kalau tak banyak sedikit hati ayah dan bonda. Moga rohnya dicucuri rahmat Tuhan, sebanyak-banyaknya

Sunday, July 26, 2009

Hati Menjerit

Hati menjerit menangis di setiap hari
Melihatkan merah darah umat
Membanjiri bumi luas Tuhan
Bila terjadi pembunuhan

Hati terus meraung dan merintih
Bila seorang ibu ditikam tanpa belas
Merah darah mengalir ganas
Di sebuah mahkamah

Tuhan, Kau telah memberitahu kami
Tentang peritiwa akhir zaman
Melalui lidah Nabi-Mu

Benarlah ujaran Rasulullah
Di akhir zaman banyak
berlaku,

Pembunuhan, pembunuhan
pembunuhan



Untuk Marwa,
anaknya dalam kandungan dan
suami yang bermaruah

Untuk etnik Uighur di China yang kalah
Semoga kalian,
syahid

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
26 Julai 09 8.00 malam



Inspirasi dari sebuah nasyid dan
hadis akhir zaman.

Apa Ada Dengan Nama

Tajuknya menggamit mata dan hati
Tak tertahan lantas ku beli
Meski duit tidak ada lagi

Nama yang tertera, menggetarkan
Jadi, aku tidak lagi peduli
Apa kandungan apa isi

Sungguh, namanya tarikan
Hari-hari jadi sebutan

Ya Rasulullah

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
26 Julai 09 1.30 tgh



Inspirasi ketika membeli buku Kisah-kisah Daripada Rasulullah
karangan Allahyarham Dato’ Ishak Baharom
24 Julai 2009

Ketika Rindu Bertasbih

Ya Rasulullah, ya Rasulullah,
Ya Rasulullah

Menyebut-nyebut namamu
Membekas rasa kasih, meluap-luap
rasa rindu

Sebab itulah hanya,
yang kumampu

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
26 Julai 09 2.00 petang



Inspirasi dari artikel abuyon
Prolog : Untukmu ya
Rasulullah

Api dan Duri

Di depan api di belakang duri
Panasnya membakar tajamnya meluka
Hey kawan, apa saja kita tidak peduli
Mari bersama kita hadapi

Atas nama perjuangan dan Tuhan
Kalau tak mati, hidup mulia
Kalau mati, mati
syahid

"Isyq kariiman au mutsyahiidan

Barang yang teguh di langit
Tegaklah ia di bumi

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
26 Julai 2009 12.30 tgh



Inspirasi dari Duri dan Api
Usman Awang

Kalam Penyair

Sejahtera untukmu wahai diri
Seorang penyair dengan kalam
Terlukis di kanvas rasa terpendam
Penuh suci dan berdenyut dalam

Cantik halamanmu wahai penyair
Bagai taman yang indah mekar
Penuh harum dan juta-juta warna
Ada kumbang singgah sebentar
Beroleh rasa sampai ke tasik fana

Akan puisimu wahai penyair
Ini pesanku si fakir hina
Meniti bicara atas lidah Masuri
Sebagai penyair kita harus berwatak jelas
Kita harus berotak waras
Harus berani dilempari bunyi
Harus sanggup dihinggapi tuli

Dari tarikan nafas,
abuyon
Madrasah Sains
11 Jun 99 2.30 pagi